Kemudian Syekh dan guru Spiritual terbesar al-Hallaj --- rahimahullah --- berkata:
(1)
“Dan tak seroang pun yang mengatakan
“Dia-lah Yang Esa”
Kecuali Ahmad,semoga terlimpahkan rahmat
Allah atasnya
Dan hanya padanya Dia tampak
Dalam Penglihatan-batin saat Mi’raj.”
(2)
Iblis diperintahkan untuk bersujud
Dan Ahmad (saw.) diperintahkan untuk mengalihkan
Pandangannya ke kanan ataupun ke kiri
Penglihatannya tidak pernah berpaling
Dan tidak pula melampauinya.
(3)
Iblis menyeru tetapi tidak dapat
Membebaskan diri
Dari apa yang dia perbuat
Dan dari dirinya sendiri
(4)
Dan Ahmad (semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya) menyatakan,
Dan melangkah di luar bidang yang terbatas
Dan melampaui dirinya sendiri, tiada tara.
(5)
Dengan cara demikian ia menujukkan,
Dan mempertahankan perkataan
Aku bergerak melalui engkau,
Dan melalui engkau apa pun tercakup.
Maka, O penggerak semua hati!
Siapa yang dapat menceritakan keagungan-Mu
Dan memuji-Mu?
(6)
Dan tidak ada satu pun penghuni langit,
Yang mengesakan Tuhan seperti iblis.
(7)
Dan iblis mengelak dalam keberadaan,
Ia melepaskan pandangan dan pengamatannya,
Dan meninggalkan perjalanan
Di sepanjang keberadaan,
Meninggalkan untuk mengamati,
Ia menyembah Tuhan sebagai Tuhan Abstrak,
Sebagai Abstraksi.
(8)
Dan ketika ia mencapai tahap penyendirian,
Ia berdiri tersalahkan
Dan ketika ia melewati keluar dan tahap ini dan
Memohonnya, dia dibawa menuju ke Keberadaan.
(9)
Dia diperintahkan untuk bersujud
Lantas ia menjawab, “Tiada kepada yang lain dari Engkau.”
Dikatakan kepadanya, “Engkau diperintahkan!”
Dia menjawab, “Tidak kepada yang
Laind dari Engkau.”
(10)
“Penolakanku adalah demi Kebesaran-Mu,
Demi Kesucian-Mu:
Alasan penolakanku adalah kegilaanku kepada-Mu.
Aku tidak menegnal siapa pun selain Engkau,
Dan Adam adalah lain dari Engkau.
Di antara Engkau dan Aku, tidak ada yang lain
Jika harus ada, maka yang lain itu adalah Aku.”
(11)
“Bagiku tidak ada jalan kepada yang lain dari Dikau Dan aku memiliki alasan untuk ini.
Sejak dulu telah ditentukan sebelumnya Tidak ada yang lain kecuali Aku yang Mengetahui Engkau, dari waktu ke waktu.
Aku datang sebelum yang lain Karena Aku tinggal abadi dalam ketaatan Sebelum ciptaan-Mu yang lain mana pun Mengenal ketaatan.
Dengan demikian, pengetahuan-Mu Adalah pengetahuanku, Engkau bersandar kepadaku dan aku Bersandar kepada-Mu.
Dan kebersamaan di antara kita ini jauh lebih tua Daripada masa kehidupan ini sendiri.
Jadi mengapa Aku herus bersujud di hadapan yang Bukan Engkau,
Tetapi yang lain dari Engkau.
Jelas aku menolak, Tidak ada pilihan, Tidak ada jalan,
Tidak ada tindakan lain kecuali Apa yang telah Aku lakukan.
Api yang memberikan aku bentuk Menrik aku kembali ke api.
Dan api menurunkan api.
Kehendak ini adalah milik-Mu Dan apa pun yang kini Engkau tentukan adalah Milik Engkau.
(12)
Dalam perpisahan diri dari Engkau Tidak ada kejauhan Yang tertinggal padaku dan Aku menyadari bahwa Jauh dan dekat adalah kata-kata saja,
Tanpa isi karena aku telah menjalaninya selama ini Dan jauh dari Engkau.
Aku telah membuat pemisahan dari Engkau, Kekasihku, Sahabat dalam kesedihanku.
Dan siapa yang dapat menyebut seperti demikian, Meskipun dengan cinta,
Dan akan berakhir dengan perpisahan dari-Mu.”
(13)
Dan Musa (Ibnu Imran) bertemu dengan iblis Di lereng Gunung Tursina.
Musa bertanya, “Apa yang menghalangimu Untuk bersujud?”
Iblis menjawab, “Yang menghalangiku adalah Kesaksianku bahwa Dia-lah Yang Esa dan hanya Dia
Jika Aku bersujud kepada Adam Aku akan berubah sepertimu
Engkau sekali diseru untuk melihat Gunung, Kau pun melihatnya.
Sedang Aku diseru seribu kali pun Untuk bersujud kepada Adam, Tetap aku tak mau, demi kesaksianku."
(14)
Musa bertanya kepada iblis, ‘Berarti Kau meninggalkan perintah”.
Iblis menjawab, “Ini adalah suatu ujian, Bukan perintah.”
Musa berkata, “Inilah yang mengubah bentukmu.” Dijawab, “Hai Musa! Ini semua dimaksudkan Untuk menyembunyikan,
Untuk menutupi dan terus menutupi Sesuatu yang patut untuk ditutupi
Dan sekarang apa gunanya?
Untuk yang “Sekarang tetap ada” dan yang berubah. Dan yang tidak berubah adalah pengetahuan sejati
Pengetahuan tetap pada masa itu,
Dan sama pada masa kini.
Keberadaan nyata tidak mengalami perubahan.”
(15)
Dan Musa bertanya, “Kau masih ingat Dia?”
Dijawab, “Mengapa? Semua ingatan Dan perenungan adalah satu dan sama.
Aku masih sama dengan yang sedang diingat, Dan bahkan Dia sedang diingat.
Jadi mengingat Dia adalah mengingatku Dan mengingatku adalah mengingat Dia
Dan apakah keduanya menjadi satu? Dipersatukan dalam masa? Aku sekarang bersih dalam hari-hari
Pengabdianku, Dan hari-hariku adalah hari-hariku sendiri, Dan Pikiran Dia dalam pikiranku Lebih cerah daripada sebelumnya.
Dulu aku mengabdi apda Dia untuk kesenanganku Dan sekarang aku mengabdi pada
Dia dengan Keridhaan Dia.”
(16)
“Dan tidak ada lagi pemikiran tentang balas jasa
Tentang kerugian atau keuntungan
Telah membuatku tak tergantikan,
Dan dalam kondisi aku tinggal selamanya
Dan membuat aku melihat dan takjub
Dan kemudian, menolak bahwa aku mungkin tidak Ditemukan oleh mereka yang bebas, Dilepaskan dan tanpa Ikatan.
Dan karena pelanggaranku Membuatku terhalang dari lain-lainnya, Dan memberiku bentuk berbeda.
Untuk membingungkan Aku dalam Kebingunganku.
Dia mempertahankan aku Sebagai milik-Nya sndiri, Dan untuk pujian yang aku miliki, Dia membiarkan aku jatuh.
Dia telah membuatku jauh dari Diri-Nya, Karena tindakanku, Dan mencabut dariku kekuatan melihat, Kekuatan mengamati.
Pada saat aku lebih dekat ke Dia, Dia memberiku kebebasan Dan pada saat aku menjauh
Dia mempertahankan aku dalam pandangan-Nya, Dan mengambil kembali harapan,
Dan karenanya membuat aku terabaikan Jauh dan sangat jauh dari semuanya.
(17)
“Dan aku tidak melakukan kesalahan Dalam tindakan-tindakan yang ditentukan, Atau dalam tindakan-tindakan yang Tidak ditentukan atau bertentangan
Dengan kehendak aku juga tidak merasa bangga Dalam perubahan Bentukku. Jika Dia membuatku terbakar, dari ujung ke ujung, Aku tidak akan tunduk tidak akan pernah,
Tidak pernah merendahkan diri di hadapan manusia, Karena aku hanya tuntuk pada Dia Tidak pada seorang pun, untuk segala Bentuk atau wujud, atau manusia
Aku hanya mengenal Dia Aku berdiri dengan kebenaran, dan dengan cintaku, Aku adalah salah satu dari mereka.”
Maka Husain bin Manshur al-Hallaj ---- rahimahullah -- Guru Terbesar sepanjang zaman ini berkata:
(18)
“Banyak pandangan-pandangan mengenai Azazil
Dialah yang memperingatkan di surga dan di bumi, Di langit ia meminta para malaikat melihat
Segala yang baik, Dan di bumi ia meminta manusia melihat kejahatan
Kebaikan dikenal melalui kejahatan
Dan kejahatan dikenal melalui Apa yang bertentangan dengannya.
(19)
Pakaian sutera halus terbuat dari benang kasar Yagn diambil dari pakaian yang kotor dan rusuh.
Denegan cara yang sama, Raja menampakkan segala Sesuatu yang baik dan segala sesuatu yang buruk, Serta mengajukan pilihan.
Mereka yang mengikuti kebaikan menjadi baik, Dan yang menolak untuk mengetahui kejahatan Tidak akan pernah mengetahui apa yang baik.”
(20)
Dan al-Hallaj berkata, “Aku telah berdebat, Dengan Iblis dan Fir’aun tentang ketaatan
Tentang keteguhan Iblis berkata bahwa bersujud di hadapan Adam berarti meruntuhkan ketaatannya,
Dan ini akan membuat dia terasing Dari dirinya sendiri.
Dan Fir’aun berkata bahwa beriman kepada Rasul-Nya Cukup menjatuhkan namanya.
Dan kepada mereka Aku menjawab.”
(21)
Jika Aku menarik kembali keyakinanku sendiri, Aku kehilangan keberadaanku, Kehilangan maqam-ku.”
(22)
Kemudian iblis kerbakata ...,
“Aku lebih baik dari Adam
Dan Dia tidak mengenal yang lain kecuali Dirinya sendiri”
Dan Fir’aun berkata, “Aku tidak mengetahui kalau Kau memiliki tuhan selain Aku”
Dan dia tidak tahu seorang pun di antara kaumnya Yang dapat membeda-bedakan
Untuk memilih antara Kebenaran dan ketidakbenaran
Antara yang hak dan yang salah.”
(23)
Dan Aku berkata, “Jika engkau tidak mengenal Dia, Maka lihat dan kenali tanda abadi-Nya, tanda yang Kekal dan Tanda itu adalah Aku,
Dan Aku-lah Kebenaran itu (ana al-Haqq) Dan pada Hakikatnya Aku selamanya bersama Dengan Kebenaran itu,”
(24)
Maka, Iblis dan Fir’aun adalah sahabat dan guruku, Dan dengan mereka aku temukan jalanku
Api bertemu iblis, tetapi ia tidak Pernah menyimpang dari apa yang ia anut,
Dan Fir’aun masuk ke bawah air, dan tenggelam, Tetapi pikirannya tidak pernah luntur.
Tetapi Fir’aun berkata, “Aku percaya tidak ada Tuhan.”
Kecuali Tuhan yang dipercaya bani Israil
Aku adalah satu dari mereka yang berserah.”
Dan apakah kau belum melihat tanda Tuhan, Ketika Jibril membuat Fir’aun menyentuh pasir di Kedalama air?
(25)
“Jika aku harus dibunuh atau di salib Di tiang gantungan,
Atau tangan dan kakiku harus dipotong, Walau bagaimanapun,
Aku tidak akan pernah menarik Kembali kata-kataku.”
(26)
Iblis adalah nama kondisinya
Namanya berubah menjadi Azazil.
(27)
Dan dikatakan kepadanya:
“O, yang telah jatuh. Apakah kau Tidak akan merendah?”
Iblis menjawab, “Aku adalah salah satu dari mereka yang mencintai, Dan mereka yang mencintai dikutuk. Dan engkau berkata aku telah terperosok
Telah jatuh
Oh, aku yang telah memperoleh pengetahuan dari buku cahaya, Duhai Yang Mahaperkasa!
Bagaimana ini terjadi? Mengapa ini terjati? O, bagaimana menghadapi Apa yang harus aku hadapi?
Engkau membuat aku dari api, Dan dia dari tanah liat
Dan kami berdua berlawanan
Apakah yang berlawanan dapat dipersatukan? Dalam kepatuhan dan pengabdian kepada-Mu,
Akulah yang paling tua, dalam bagian dari cintamu, Aku adalah yang paling berpengalaman
Dalam ma’rifat aku yang paling bijak Dan dalam masa, aku yang paling abadi.”
(28)
Dan kepadanaya Yang Mahatinggi menjawab:
“Semua kebebasan adalah Milikku,
Bukan milikmu.” Ia menjawab,
Dan hal yang sama adalah posisiku; Segala sesuatuku adalah Milikmu; Kebebasan, keleluasan, ----- semuanya.
O Pentiptaku! Jadi inikah yang ditakdirkan untukku? Engkau membuatku tidak untuk
Lemah oleh kehendak-Mu, Dan engkau adalah Yang Mahakuasa, Mahatinggi,
(29)
Jika aku telah berbuat salah dalam kata-kataku, Maka jangan tinggalkan aku; Karena engkau Maha Mengetahui; Maha Mendengar.
Dan tidak seorang pun lainnya Di antara para pengembara Dan jalan kebenaran yang lebih mengetahui Daripada aku;
Aku mengetahui dan memahami.
Dan, janga tolak aku, Karena penolakan bukanlah balas jasa yang tepat.
O Tuhan, Tuhanku! Beri imbalan padaku Karena aku tak tergantikan dalam keyakinanku.
Dalam semua janji, perkataanmu Adalah yang paling benar;
Dan tindakanku adalah yang paling menyedihkan, Tetapi yang ingin mengenal dapat mengetahui Bahwa akulah saksi yang terbaik.
(30)
O saudaraku! Jadi inilah alasannya bagaimana ia memiliki Nama Azazil Ia melepaskan dirinya sendiri
Dan kehilangan tempatnya Dan belum mencapai akhir karena tidak ada awal
Pada kenyataannya, tanpa awal ia tetap Berada di akhir.
(31)
Kemunculan dia adalah sebuah pembalikan Pembalikan dari esensinya,
Yang terbakar oleh api dan gelora semangatnya Dan dicerahkan oleh cahaya pelepasannya.
(32)
Oh saudaraku! Melalui pemahaman inilah engkau Dapat menyelamatkan
Dirimu sendiri, Atau engkau telah menemui pelepasan, pemisahan, penderitaan Dan kepahitan,
Dan kematian dalam penyesalan-penyesalan yang mendalam.
(33)
“Orang bijak di suatu Kabilah Menjadi bodoh dan bisu mengenai dia
Dan mereka yang mengenal dan hendak berkata-kata Menjadi tidak dapat berbicara
Tentangnya (Azazil)......”
Dia adalah yang paling setia dalam keyakinan, Di hadapan Pencipta-nya.
(34)
Dan mereka melemahkan dirinya di hadapan Adam; Mereka patuh.
Iblis menolak, karena ia Dibutakan oleh pengamatannya.
(35)
Dan, pada akhirnya, ketika ia telah menjadi kosong
Harapan=harapannya berakhir
Dia berkata, “Aku lebih baik daripadanya.”
Dan selamanya tetap dalam kondisi pelepasan, Tidak bersatu; tersesat dalam debu,
Dan menghadapi penderitaan Dari waktu ke waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar